PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN RISIKO KEUANGAN

  • Budi Setyawan Universitas Pamulang

Abstract

Transparansi merupakan suatu kebutuhan yang mutlak dalam dunia bisnis, pelanggaran atas transparansi menjadi skandal yang berdampak pada berkurangnya kepercayaan masyarakat pada entitas bisnis. Pengungkapan risiko merupakan bukti nyata dalam penerapan mekanisme corporate governance yang mendorong terwujudnya good corporate governance. Selain corporate governance, faktor yang mendorong pengungkapan risiko keuangan adalah faktor kepemilikan perusahaan, pada perusahaan yang dimiliki oleh kepemilikan institusional, diharapkan pengungkapan resiko menjadi prioritas. Penelitian ini menggunakan sampel 6 emiten manufaktur sub sektor logam dan sejenisnya yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016 yang memenuhi kriteria peneliti. Pengolahan data menggunakan regresi berganda dengan SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan, Dewan Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan Risiko, Komite Audit berpengaruh tidak signifikan terhadap Pengungkapan Risiko dan Kepemilikan Institusional berpengaruh tidak signifikan terhadap Pengungkapan Risiko.  Secara bersama-sama, terdapat pengaruh signifikan variabel bebas Dewan Komisaris Independen, Komite Audit dan Kepemilikan Institusional terhadap variabel terikat Pengungkapan Risiko.

Published
2019-02-01
How to Cite
SETYAWAN, Budi. PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP TINGKAT PENGUNGKAPAN RISIKO KEUANGAN. Jurnal Mitra Manajemen, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 131-146, feb. 2019. ISSN 2599-087X. Available at: <http://e-jurnalmitramanajemen.com/index.php/jmm/article/view/192>. Date accessed: 24 apr. 2019.